BOGOR– Ancaman banjir mengintai warga perbatasan Desa Cibedug dan Desa Jambuluwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Penyempitan saluran air di lokasi tersebut diduga akibat galian pembangunan Tembok penahan tanah (TPT).
“Itu yang lagi ngebangun pak haji Sadeli, tadinya emang pernah longsor jadi dibangun tebingan itu,”ungkap warga yang setiap hari mangkal ngojek di sekitar pembangunan.
Hal tersebut menjadi sorotan masyarakat yang lewat disekitar itu, seperti yang diungkapkan Feri.
“Pemerintah Desa Cibedug dan Pemerintah Desa Jambuluwuk seharusnya segera turun tangan. Pengecekan, pengukuran, dan penertiban terhadap pihak yang melanggar sempadan harusnya ditindak karena dikhawatirkan ada penyempitan aliran sungai,” tegasnya kepada wartawan. Kamis (09/07/26).
Dia juga menegaskan, Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru bertindak, seharusnya kades bisa langsung berkoordinasi dengan pihak terkait.
Kepala Desa Jambuluwuk Dedi mengatakan lokasi yang dibangun tersebut masuk wilayah perbatasan dua desa.
“Betul, lokasi itu masuk perbatasan Desa Cibedug dan Desa Jambuluwuk.
PLT Camat Ciawi Saepul Jek Peter menegaskan ia akan turun langsung ke lapangan.
“Kami sudah menerima laporan dari warga dan minggu depan akan kami turunkan tim bersama pihak kecamatan untuk cek ke lapangan dan ukur salurannya. Kalau memang ada pelanggaran, pasti akan kami tertibkan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, pemeliharaan saluran air adalah tanggung jawab bersama demi mencegah bencana.
“Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri sebelumnya sudah menginstruksikan seluruh desa untuk aktif menjaga dan menormalisasi saluran air sebagai bagian dari mitigasi bencana banjir di musim hujan,”jelasnya. (ash)









