Bogor – Program percepatan peningkatan tata guna air (P3AI) yang di laksanakan oleh kelompok Mitra Cai Cipicung menelan anggaran 195 juta rupiah.
Pembangunan dikerjakan secara swakelola oleh kelompok, menggunakan sistem bekisting untuk menahan coran yang akan dimasukan, sehingga langsung jadi tembokan.
Oding selaku ketua kelompok mengatakan, kalau sudah jadi tembok maka tinggal di aci saja menggunakan semen.
“Itu awalnya digali dulu sekitar 30 cm dan langsung di pasang bekisting,” ungkapnya. Selasa (14/7/26).
Oding juga mengakui ada pasir merah/pasir kali yang digunakan, namun hal itu tidak akan mempengaruhi kualitas pembangunan.
“Ada sih pasir dari sungai, tapi tidak banyak, pasti bangunan ini akan bagus, lihat saja pembangunan saluran yang dulu pernah kami laksanakan, itu bagus hasilnya,” paparnya.
Namun berbeda beda pendapat praktisi kontruksi yang biasa mengerjakan pekerjaan- pekerjaan besar, Jonarudin.
Ia berpendapat bahwa seharusnya galian untuk pondasi itu minimal harus 40 cm bukan 30 cm, Karen nantinya akan sangat mempengaruhi hasil pekerjaan.”jelasnya.
“Nanti hasilnya dihawatirkan patah-patah karena pondasinya tidak dalam, ” tutupnya. (ash)









