BOGOR – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di kabupaten Bogor kini menjadi sorotan. Persoalan yang muncul adalah diduga kuat jumlah Wajib belajar (WB) banyak digelembungkan sehingga mendapat lebih banyak anggaran BOS.
Selain itu pembelajaran yang jarang di tempuh sesuai dengan ketentuan patut juga dipertanyakan , sebab banyak PKBM yang terlihat sepi-sepi saja namun akhirnya bisa mengikutsertakan WB nya ujian.
Selain itu juga tidak menutup kemungkinan ada juga nama tutor yang memang sengaja dipalsukan, sehingga PKBM tersebut terlihat berjalan di depan Dinas, padahal hanya menampung wajib Belajar yang langsung ikut ujian agar bisa menerima ijazah paket, padahal PKBM tersebut hanya dikelola oleh satu atau dua orang saja.
Hal tersebut dikatakan oleh Ketua LSM Penjara Kabupaten Bogor Bambang Feri.
Dia juga menegaskan akan terus memantau PKBM yang ada di Kabupaten Bogor, bila perlu akan membuat laporan ke instansi berwenang jika memang ada PKBM yang bermasalah.
“Saat ini saya sudah mengantongi data yang berhubungan dengan PKBM kabupaten Bogor, salah satunya terkait banyaknya Jumlah WB,”ungkapnya kepada Wartawan, selasa, (7/7/26).
Kendati demikian, salah satu pengelola PKBM Prima Lestari Kecamatan Megamendung Fajar mengatakan, saat ini memang ada sekitar 413 WB di PKBM nya, tapi hanya sekitar 300 orang saja yang dibiayai oleh dana Bos.
“Sisanya memang Mandiri, karena banyak siswa yang masuk setelah pendataan selesai, jadi memang tidak dapat BOS,” jelasnya. (ash))












