Banjarmasin — Komisi III DPRD Kota Banjarmasin memberikan perhatian khusus terhadap standar keselamatan arus lalu lintas di Jembatan Pulau Bromo yang menjadi salah satu ikon Kota Banjarmasin.
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, di Banjarmasin, Rabu, mengatakan bahwa jembatan yang berada di kawasan Mantuil, Banjarmasin
Selatan itu dikenal masyarakat dengan sebutan “jembatan roller coaster” karena memiliki turunan yang cukup curam.
Menurut Ridho, jembatan yang mulai beroperasi sejak tahun 2021 tersebut kerap dikeluhkan warga karena kondisi jalur turunannya dinilai berbahaya dan sering memicu kecelakaan lalu lintas.
“Untuk memastikan kondisi itu, kami telah melakukan kunjungan ke sana,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta instansi terkait guna menambah rambu-rambu peringatan di sekitar area turunan jembatan.
“Rambu-rambu akan ditambah beberapa meter sebelum turunan supaya pengendara lebih berhati-hati saat melintas,” katanya.
Selain itu, Komisi III DPRD Kota Banjarmasin juga berencana memanggil Dinas PUPR bersama konsultan perencana awal proyek dalam rapat dengar pendapat (RDP). DPRD ingin meminta peninjauan ulang terhadap desain jembatan agar lebih aman bagi masyarakat.
Tidak hanya pemasangan rambu peringatan, DPRD juga mengusulkan pemasangan ban pengaman pada titik-titik rawan kecelakaan guna meminimalkan risiko benturan keras apabila terjadi insiden di area turunan jembatan.
“Selain rambu, kita juga usulkan pemasangan ban pengaman di titik rawan kecelakaan untuk mengurangi dampak benturan jika terjadi kecelakaan,” ungkap Ridho.(Hym)












